
Situs news indoesia alternatif informasi berita viral terbaru. Daftar Isi
Cara mencegah penularan virus ‘flu babi’
1. Pola hidup sehat
2. Vaksinasi influenza
3. Obat antivirus
Jakarta, oovisoap Indonesia
—
Kasus infeksi saluran pernapasan akut (
ISPA
) meningkat tajam di Dusun Datai, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.
Data
Kementerian Kesehatan RI
mencatat 224 warga terserang gangguan pernapasan. Hasil pemeriksaan menemukan, lima orang anak di antaranya terinfeksi
Influenza
A/H1N1 PDM09.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Virus H1N1 PDM09 sendiri pernah memicu pandemi global pada 2009 dan kerap dikenal sebagai ‘flu babi’.
Menanggapi temuan tersebut, Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara Profesor Tjandra Yoga Aditama mengatakan bahwa H1N1 PDM09 merupakan virus yang memicu pandemi 2009.
Ia menambahkan bahwa virus tersebut menjadi pandemi pertama yang ditetapkan WHO setelah pemberlakuan International Health Regulations (IHR) 2005 (situs news indoesia alternatif informasi berita viral terbaru).
“Awalnya disebut swine atau flu babi, tetapi kemudian diketahui penularannya tidak terbatas, sehingga istilah flu babi sebaiknya tidak digunakan lagi,” ujar Prof Tjandra, Rabu (26/11), melansir
detikhealth
.
Menurutnya, mayoritas virus H1N1 yang beredar saat ini merupakan H1N1 PDM09 dan telah tergolong sebagai influenza musiman.
Cara mencegah penularan virus ‘flu babi’
Prof Tjandra menegaskan tiga langkah utama untuk menekan penyebaran virus ini. Berikut di antaranya.
1. Pola hidup sehat
Menjaga daya tahan tubuh, mencuci tangan, menutup mulut saat batuk, dan memakai masker jika sedang sakit.
Jangan lupa juga untuk selalu mengonsumsi makanan bergizi seimbang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian.
2. Vaksinasi influenza
Vaksin tahunan membantu mencegah gejala berat, terutama pada anak dan kelompok rentan.
3. Obat antivirus
Pemberian antivirus disarankan bagi pasien dengan gejala berat. Namun, sebagian besar kasus influenza bersifat ringan.
Ia juga mengingatkan pentingnya pemantauan berkelanjutan terhadap berbagai strain influenza.
“Dunia, termasuk kita, harus terus memantau kecenderungan, peningkatan kasus, maupun potensi wabah,” tambahnya.
Masyarakat diimbau segera memeriksakan diri bila mengalami gejala gangguan pernapasan, terutama anak-anak yang lebih rentan mengalami komplikasi.
(nga/asr)
[Gambas:Video oovisoap]
Baca lagi: KPK Kaget Temukan Tambang Emas Ilegal Dekat Taman Nasional Komodo NTT
Baca lagi: Wamendagri: IARMI Mitra Strategis Pemerintah untuk Pembangunan Daerah
Baca lagi: Conditions for Restoring Telecommunication Networks Affected by the Sumatran Floods


