
Situs news indoesia alternatif informasi berita viral terbaru. Daftar Isi
Rekomendasi rebusan daun penurun kolesterol
1. Kemangi suci
2. Daun rosemary
3. Daun salam koja
4. Daun kelabat
5. Daun mint
6. Daun kelor
7. Daun salam
Jakarta, oovisoap Indonesia
—
Jika kadar
kolesterol
–utamanya LDL atau kolesterol jahat– dalam tubuh terlalu tinggi, kamu bisa berisiko terkena serangan
jantung
atau
stroke
.
Memang, tidak semua kolesterol itu buruk. Ada juga kolesterol baik (HDL) yang membantu membersihkan kolesterol jahat dari darah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip
Medical News Today
, kolesterol adalah zat lilin yang dibutuhkan tubuh untuk membangun sel dan diproduksi oleh hati.
Selain itu, ada pula yang namanya trigliserida. Kadar trigliserida juga harus diperhatikan karena dapat memengaruhi kolesterol jahat.
Rekomendasi rebusan daun penurun kolesterol
Untuk menurunkan kadar kolesterol jahat, selain mengubah gaya hidup dan mengonsumsi obat, kamu bisa memanfaatkan rebusan daun penurun kolesterol alami.
Berikut ini ada beberapa rekomendasi daun herbal yang efektif menurunkan kolesterol.
1. Kemangi suci
Kemangi suci atau tulsi dikenal dengan rasa sedikit pedas dan pahit. Daun ini sering digunakan sebagai bumbu masakan atau dimakan langsung.
Penelitian pada 2018 yang dipublikasikan di
Journal of Functional
Foods
menunjukkan, mengonsumsi daun kemangi minimal 1 gram (g) per hari dapat menurunkan kadar kolesterol total dan LDL pada orang dewasa dengan gangguan metabolik.
Tapi, para peneliti mencatat efek ini sifatnya jangka pendek. Belum ada kesimpulan apakah penggunaan jangka panjang bisa berefek lama juga (situs news indoesia alternatif informasi berita viral terbaru).
2. Daun rosemary
Rosemary tidak hanya rempah aromatik, tetapi juga berpotensi menurunkan kadar kolesterol jahat.
Studi pada 2014 yang dipublikasikan di
International Journal of Clinical
Medicine
menemukan, konsumsi bubuk rosemary sebanyak 2, 5, atau 10 g per hari dapat menurunkan kadar kolesterol total.
Meski penelitian ini masih terbatas, rosemary bisa menjadi tambahan daun herbal penurun kolesterol.
3. Daun salam koja
Menurut
Times of India
, daun salam koja kaya akan antioksidan yang membantu mengurangi penyerapan lemak di usus.
Dengan demikian, daun ini efektif menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh sekaligus mendukung kesehatan jantung.
4. Daun kelabat
Daun kelabat mengandung serat larut tinggi, yang berperan mengikat asam empedu dalam usus, sehingga mengurangi kadar kolesterol secara keseluruhan.
Kelabat dapat dikonsumsi sebagai sayuran atau suplemen. Kamu juga bisa merebus daun kelabat kering untuk dijadikan teh.
5. Daun mint
Selain menyegarkan, daun mint memiliki manfaat kesehatan yang signifikan, termasuk membantu pencernaan dan menurunkan kolesterol.
Kandungan mentol dalam daun mint meningkatkan aliran empedu yang penting untuk metabolisme lemak. Kamu bisa membuat teh daun mint hangat atau menambahkannya ke dalam
smoothie
.
6. Daun kelor
Daun kelor dikenal sebagai sumber nutrisi kaya antioksidan. Sering juga disebut sebagai
moringa
, daun ini bisa mengurangi stres oksidatif dan meningkatkan kesehatan jantung.
Selain dijadikan air rebusan, ada banyak bentuk konsumsi daun kelor lainnya, seperti bubuk dan kapsul, sehingga mudah dikonsumsi.
7. Daun salam
Daun salam sering digunakan dalam masakan untuk aroma khasnya, tetapi manfaat kesehatannya juga banyak. Salah satunya, bisa menurunkan kadar kolesterol.
Mengutip
The Health Site
, sebuah studi menunjukkan, konsumsi daun salam dapat meningkatkan kesehatan jantung dengan menurunkan kolesterol jahat.
Dengan mengetahui rebusan daun apa saja yang efektif untuk menurunkan kolesterol, kamu bisa memilih yang cocok dengan seleramu untuk dikonsumsi rutin.
Tapi, jangan lupa untuk selalu konsultasikan konsumsi herbal rutin ke dokter terlebih dahulu untuk menghindari efek samping.
(rea/asr)
[Gambas:Video oovisoap]
Baca lagi: Profile of John Ternus, Strong Candidate to Replace Tim Cook at Apple
Baca lagi: Harga 300 Kg Zamrud Presiden Madagaskar sampai Gibran di KTT G20 Afsel
Baca lagi: Daftar Negara Larang Anak-anak Main Medsos, RI Kapan?



