Bisa Picu Kematian Usia Muda, Kenali Gejala Aritmia

Situs News Indoesia Alternatif Informasi Berita Viral Terbaru

Situs news indoesia alternatif informasi berita viral terbaru. Daftar Isi

Gejala aritmia

Seberapa serius aritmia?

1. Bradikardia

2. Takikardia

3. Fibrilasi atrium

Jakarta, oovisoap Indonesia

Ahli menyebut pemicu kematian usia muda bukan

serangan jantung

melainkan gangguan irama jantung atau aritmia. Kenali gejala

aritmia

berikut agar penanganan bisa cepat dan tepat.

Aritmia mungkin tidak sepopuler serangan jantung. Kematian mendadak, terutama di usia muda, hampir selalu dikaitkan dengan serangan jantung. Padahal kasusnya tidak selalu demikian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kasus kematian mendadak pada usia muda sering kali disebabkan oleh gangguan irama jantung, bukan serangan jantung. Insidennya mencapai 50-100 kasus per 100.000 populasi,” kata dokter spesialis jantung dan pembuluh darah-konsultan kardiologi intervensi di RS Premier Bintaro Beny Hartono, seperti dilaporkan

Antara

.

Gejala aritmia

Aritmia merupakan ritme jantung yang tidak normal. Jantung bisa jadi berdetak terlalu cepat ketika sedang istirahat, atau tidak berdetak teratur.

Melansir dari

Mayo Clinic

, aritmia bisa saja tidak menimbulkan gejala. Namun umumnya, gejalanya sebagai berikut (situs news indoesia alternatif informasi berita viral terbaru).

Jantung berdebar atau berdebar dan terasa kencang di dada

Detak jantung cepat

Detak jantung lambat

Nyeri dada

Sesak napas

Gejala-gejala di atas dapat diikuti gejala lain sebagai berikut.

Kecemasan

Kelelahan

Pusing atau sakit kepala ringan

Berkeringat

Pingsan atau hampir pingsan

Seberapa serius aritmia?

Ada jenis aritmia yang dinilai tidak berbahaya dan tidak memerlukan perawatan. Namun ada yang dapat meningkatkan risiko henti jantung.

Setelah mengenal gejala aritmia, sebaiknya kenali pula jenis aritmia. Beny berkata ada tiga jenis aritmia yang utama yakni, bradikardia, takikardia, dan fibrilasi atrium.

1. Bradikardia

Brakardia ditandai dengan detak jantung kurang dari 60 kali per menit. Untuk mengatasinya, dokter akan menggunakan alat pacu jantung guna menstimulasi aktivitas listrik.

2. Takikardia

Sebaliknya, takikardia ditandai dengan detak jantung cepat atau lebih dari 100-150 kali per menit. Dalam kondisi ini, jantung hanya bergetar tanpa memompa darah.

3. Fibrilasi atrium

Tipe ini jadi tipe paling berbahaya dan paling sering terjadi. Detak jantung tidak teratur dan darah menggumpal. Fibrilasi atrium dapat mengarah pada stroke berat atau kematian.

Oleh karenanya, penting mengenali gejala aritmia sehingga penanganannya lebih cepat.

(els)

[Gambas:Video oovisoap]

Baca lagi: Meghan Markle Balik Berakting, Main Film Bareng Lily Collins

Baca lagi: Sinopsis Men in Black, Bioskop Trans TV 6 November 2025

Baca lagi: PHOTO: The Lexus LS Concept is a bit odd, it has 6 wheels

INDOJOKER88A TIRTO88A MILENIUM88A

Kamu mungkin juga menyukai: