
Situs news indoesia alternatif informasi berita viral terbaru. Jakarta, oovisoap Indonesia
—
Indonesia mulai melakukan uji klinis
vaksin
tuberkulosis (TBC) berbasis inhalasi, menjadikan Indonesia sebagai negara pertama yang menguji teknologi ini pada
manusia
. Penelitian fase 1 ini dipimpin oleh Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Erlina Burhan bersama tim periset nasional.
“Ini sangat prestisius karena biasanya inhalasi diberikan kepada orang sakit. Kali ini justru diberikan pada orang sehat untuk melihat imunogenesitasnya,” ujar Erlina saat ditemui dalam acara peluncuran uji klinis di Jakarta, Kamis (13/11), mengutip
Detik
.
Vaksin TBC inhalasi ini dikembangkan oleh perusahaan farmasi CanSino asal China bekerja sama dengan Etana, perusahaan biofarmasi Indonesia. Vaksin menggunakan platform viral-vector adenovirus tipe 5 rekombinan, dan dirancang sebagai booster bagi masyarakat yang telah menerima vaksin BCG.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada fase 1, sebanyak 38 partisipan sehat akan mengikuti proses vaksinasi dengan pengawasan ketat sesuai standar Good Clinical Practice (GCP). Meski jumlah peserta terbatas, prosesnya disebut sangat kompleks.
“Pesertanya hanya 38 orang, tetapi tim yang terlibat banyak karena prosedurnya sangat ketat. Kami ingin memastikan tidak ada deviasi protokol,” jelas Erlina (situs news indoesia alternatif informasi berita viral terbaru).
Proses penyaringan peserta sudah dilakukan sejak 7 November, dengan sekitar separuh kandidat memenuhi kriteria. Jika berjalan sesuai rencana, fase 1 ditargetkan selesai pada Juli 2026 sebelum berlanjut ke fase 2 dan 3.
Inhalasi dinilai menjanjikan
Hasil uji pra-klinis menunjukkan bahwa metode inhalasi memiliki potensi lebih baik dibanding injeksi, karena langsung menargetkan imunitas mukosal saluran pernapasan, pintu masuk utama bakteri penyebab TB.
Dalam uji klinis ini, peserta akan menerima vaksin melalui nebulizer di dua lokasi, yakni di RS Islam Jakarta Cempaka Putih dan RSUP Persahabatan.
Hingga kini, vaksin BCG masih menjadi satu-satunya vaksin TB yang tersedia di dunia. Meski efektif mencegah TB berat pada bayi dan anak kecil, BCG tidak mampu memberikan perlindungan optimal bagi orang dewasa terhadap TB paru. Ini sebabnya inovasi vaksin menjadi kebutuhan mendesak.
Wakil Menteri Kesehatan RI, Benyamin Paulus Octavianus, menegaskan bahwa pemberantasan TBC merupakan prioritas nasional yang mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo.
“Uji klinis ini langkah strategis menuju eliminasi TBC pada 2030. Kami berharap pada 2029 vaksin ini sudah bisa digunakan secara luas,” ujarnya.
Hal sama juga diungkap oleh Kepala BPOM, Taruna Ikrar yang menjelaskan bahwa persetujuan diberikan setelah evaluasi ilmiah komprehensif, termasuk bukti keamanan dan kualitas vaksin pada uji pra-klinis.
Indonesia sendiri termasuk dalam delapan negara dengan kasus TBC tertinggi di dunia, menyumbang sebagian besar dari 68 persen total kasus global. Tanpa inovasi, target eliminasi TBC pada 2030 diprediksi sulit tercapai.
Baca selengkapnya
di sini
.
(tis/tis)
[Gambas:Video oovisoap]
Baca lagi: Menkes: BPJS Hanya untuk Level Bawah, Tak Usah Cover yang Kaya-kaya
Baca lagi: Usai Wonsan Kalma, Korea Utara Buka Proyek Wisata Lagi
Baca lagi: Janice Tjen Unggul Jauh di Polling ‘Kejutan Terbesar’ di 2025


