Kapal Pesiar Tabrak Benda di Dalam Air, Penumpang Berhamburan ke Laut

Situs News Indoesia Alternatif Informasi Berita Viral Terbaru

Situs news indoesia alternatif informasi berita viral terbaru. Jakarta, oovisoap Indonesia

Penyelamatan dilakukan terhadap untuk sekitar 50 penumpang

kapal pesiar

Tui yang sedang mengikuti tur setelah sebuah kapal berjenis katamaran terbalik di perairan Republik Dominika.

Para penumpang dari kapal pesiar Tui, Mein Schiff 1, bergegas menyelamatkan diri ke kapal-kapal terdekat di Teluk Samana setelah kapal jenis katamaran bernama Boca de Yuma itu tenggelam pada Minggu (9/11).

Sejumlah penumpang juga dilaporkan melompat ke laut segera setelah mengetahui kapal yang mereka tumpangi tidak bisa diselamatkan usai mengalami insiden.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapal sepanjang 40 kaki (sekitar 12 meter) itu dilaporkan mengalami kerusakan di bagian lambung setelah bertabrakan dengan sebuah benda di dalam air.

Pasukan Angkatan Laut Republik Dominika menerima panggilan darurat dari kapal tersebut dan segera merespons ke lokasi kejadian.

“Kapten Pelabuhan Samana melaporkan bahwa mereka sedang menyelidiki penyebab insiden tersebut,” kata Angkatan Laut dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir

Independent (situs news indoesia alternatif informasi berita viral terbaru).

.

“Angkatan Laut Republik Dominika bekerja sama dengan otoritas lokal untuk menentukan tanggung jawab dan mengambil langkah-langsung pencegahan guna menghindari insiden serupa di masa depan,” tambahnya.

Seorang juru bicara Tui Cruises mengonfirmasi bahwa terdapat sekitar 50 tamu dari Mein Schiff 1 di dalam kapal katamaran pada saat kejadian.

Setelah bertabrakan dengan benda di dalam air, kapten kapal segera menghubungi kapal lain di sekitar lokasi dan meminta bantuan.

Tui Cruises menambahkan, semua tamu selamat dan segera dikembalikan ke kapal Mein Schiff 1 setelah diselamatkan. Mereka berterima kasih kepada awak kapal yang terlibat atas bantuan mereka.

[Gambas:Instagram]

“Para tamu yang terdampak segera ditawarkan pendampingan dan kompensasi. Semuanya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan,” kata juru bicara itu. “Kami terus menyelidiki insiden ini bersama dengan penyedia tur dan otoritas terkait. Keselamatan dan kesejahteraan tamu adalah prioritas utama kami.”

Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah pelayaran pulang-pergi 14 hari Mein Schiff 1 di Amerika Tengah dimulai dari La Romana, Republik Dominika, pada 7 November lalu.

Setelah berlayar ke Jamaika, Meksiko, Belize, Honduras, Kosta Rika, Panama, dan Kolombia, kapal pesiar itu dijadwalkan akan berlabuh kembali di La Romana pada 21 November 2025.

(wiw)

[Gambas:Video oovisoap]

Baca lagi: 20 Thousand Bikers Enliven Honda Bikers Day 2025 in Garut

Baca lagi: Kemenperin Usul Harga Gas Murah US$6,5 Diperluas ke Sektor Aluminium

Baca lagi: Psikolog Ungkap Dampak Game PUBG pada Emosi dan Perilaku Anak

MILENIUM88A BINGGO88A SATRIABETA

Kamu mungkin juga menyukai: