Shutdown AS Bikin Penerbangan Kacau, Marak Crazy Rich Sewa Jet Pribadi

Situs News Indoesia Alternatif Informasi Berita Viral Terbaru

Situs news indoesia alternatif informasi berita viral terbaru. Jakarta, oovisoap Indonesia

Selama shutdown pemerintahan Amerika Serikat (AS), kondisi penerbangan komersial negara itu menjadi kacau. Situasi itu membuat penyewaan pesawat

jet pribadi

melonjak karena menjadi transportasi alternatif.

Lebih dari 17 ribu penerbangan komersial di AS tertunda selama akhir pekan. Hal ini diakibatkan karena kurangnya staf pengendali lalu lintas udara atau ATC yang bertugas, sehingga fasilitas penerbangan jadi ikut terganggu.

Sebelumnya, pemerintahan Presiden Donald Trump minggu lalu menginstruksikan kepada maskapai penerbangan komersial AS untuk memotong jadwal ATC di 40 bandara utama AS sebesar 4 persen awalnya, tetapi berpotensi meningkat hingga 10 persen di akhir minggu nanti.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasalnya, sejak 1 Oktober 2025 sebagian besar staf ATC diharuskan bekerja selama shutdown pemerintahan AS tanpa gaji reguler, ini adalah pemicu utama dari kurangnya staf di penerbangan.

Melihat hal ini, Senat menginisiasi kesepakatan untuk mengakhiri shutdown ini hingga hari Senin (17/11), tetapi niat itu masih membutuhkan persetujuan dari Kongres AS.

Gangguan penerbangan di AS ini membuat para pelancong dari seluruh Negeri Paman Sam kesulitan dan mau tak mau mencari alternatif lain, termasuk menggunakan jet pribadi.

Seperti dilansir

CNBC International

, menurut informasi dari perusahaan Flexjet, permintaan sewa jet pribadi meningkat dibandingkan tahun lalu, di mana lonjakan drastis terjadi sejak beberapa minggu terakhir (situs news indoesia alternatif informasi berita viral terbaru).

Pada minggu pertama November 2025, tercatat peningkatan sebesar 42 persen dalam penyewaan jet pribadi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jika diakumulasikan, tahun ini sudah meningkat 20 persen.

“Artinya, pemilik dan penyewa pesawat kami semakin sering menggunakan pesawat (jet pribadi) mereka. Jumlahnya melonjak di bulan Oktober (2025), dan terus meningkat,” ujar CEO Global Flexjet, Andrew Collins, dalam sebuah wawancara.

Perusahaan Global Flexjet turut membeberkan bahwa jam terbang jet pribadi bulan lalu naik 23 persen dibandingkan tahun lalu.

Collins berpendapat, masih terlalu dini untuk menyimpulkan mengenai lonjakan penggunaan jet pribadi akibat penutupan ini. Namun, bisa dipastikan sedang ada kenaikan pesanan sewa pesawat fraksional akhir-akhir ini.

National Business Aviation Association

(NBAA) mengungkapkan,

Federal Aviation Administration

(FAA) berencana untuk membatasi lalu lintas jet pribadi di 12 bandara utama AS pada hari Senin (17/11).

Sementara itu, perintah awal FAA minggu lalu tidak mengharuskan sektor penerbangan swasta untuk secara khusus memotong penerbangan, seperti yang diperintahkan maskapai penerbangan komersial.

NBAA juga mencatat, bisnis jet pribadi sering menggunakan bandara di luar bandara yang sibuk di AS.

“Karena perutean penerbangan bisnis tidak tetap, itu memungkinkan untuk memanfaatkan bandara bantuan agar tidak membebani pusat komersial utama, dan membawa orang ke tempat yang mereka inginkan dari titik-titik yang masih dalam jarak dekat dengan titik asal dan tujuan mereka,” beber Flexjet dalam sebuah pernyataan.

(ana/wiw)

[Gambas:Video oovisoap]

Baca lagi: Rahim Terbalik Apa Bisa Hamil? Dokter Berikan Penjelasan

Baca lagi: Turki Evakuasi 200 Warga Gaza Terjebak di Terowongan Rafah

Baca lagi: Kemenimipas Perkuat Ekosistem Kebijakan Publik, Optimalkan Birokrasi

MISTERUNTUNG88A JABAR88A MARVEL365A

Kamu mungkin juga menyukai: