
Situs news indoesia alternatif informasi berita viral terbaru. Daftar Isi
Kenapa harus hati-hati?
Manfaat beberapa essential oil untuk bayi
1. Chamomile
2. Dill
3. Lavender
Cara aman menggunakan essential oil untuk bayi
1. Dicampur dengan carrier oil
2. Spritz
3. Diffuse
Jakarta, oovisoap Indonesia
—
Perubahan cuaca yang tak menentu sering membuat
bayi
lebih rentan terkena flu dan batuk. Banyak orang tua kemudian melirik
essential oil
sebagai salah satu cara alami untuk membantu menenangkan si kecil, meredakan gejala ringan, hingga menjaga kualitas tidurnya.
Namun, penggunaan essential oil pada bayi tidak boleh sembarangan.
Melansir
Healthline
, essential oil yang tepat dapat membantu mengurangi kecemasan, mendorong tidur lebih nyenyak, hingga meredakan kolik. Namun penggunaannya baru boleh dimulai saat bayi berusia setidaknya 6 bulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenapa harus hati-hati? (situs news indoesia alternatif informasi berita viral terbaru).
Aromaterapi atau essential oil therapy adalah metode pengobatan menggunakan aroma tanaman yang telah digunakan selama ribuan tahun. Namun pada bayi, kulit yang masih sangat sensitif membuat orang tua wajib memahami cara pengenceran, pemilihan produk, dan metode aplikasi yang aman.
Menurut Yvana Mayer, VP Mom & Kids Category Hypefast for Cassa Baby Oil memastikan essential oil yang digunakan murni, tidak dicampur alkohol, dan bukan wewangian sintetis sangat penting dilakukan. Produk dengan tambahan alkohol atau fragrance sintetis justru berisiko memicu iritasi.
“Essential oil tidak boleh dioleskan langsung ke kulit tanpa dicampur carrier oil, dan tidak boleh diminum dalam bentuk apa pun,” kata dia.
Manfaat beberapa essential oil untuk bayi
Beberapa jenis essential oil dinilai aman digunakan pada bayi usia di atas 6 bulan dengan pengenceran tepat, berikut beberapa jenisnya:
1. Chamomile
Chamomile Jerman (Matricaria chamomilla) maupun Roman chamomile (Chamaemelum nobile) dikenal lembut dan menenangkan. Aroma chamomile dapat membantu bayi yang sulit tidur, mengurangi kegelisahan, hingga meredakan gejala kolik bila dipadukan dengan lavender.
2. Dill
Minyak dill bersifat antispasmodik dan dapat membantu meredakan masalah pencernaan, seperti perut kembung. Cara pakainya, encerkan 1 tetes dill dengan 1 sendok teh carrier oil, lalu pijat lembut pada kulit bayi.
3. Lavender
Lavender memiliki efek menenangkan dan dapat membantu bayi yang rewel atau sulit tidur. Lavender juga bermanfaat mengurangi rasa gatal akibat gigitan serangga. Sebuah penelitian pada 2022 menunjukkan lavender efektif meredakan gejala kolik.
Essential oil sangat pekat sehingga wajib diencerkan sebelum diaplikasikan. National Association for Holistic Aromatherapy (NAHA) menyarankan pengenceran 0,5-1 persen untuk bayi di atas 3 bulan.
Untuk perbandingan, orang dewasa umumnya menggunakan pengenceran 2,5-10 persen. Karena sensitivitas kulit bayi berbeda, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak, bidan, atau tenaga kesehatan lain.
Cara aman menggunakan essential oil untuk bayi
1. Dicampur dengan carrier oil
Minyak sayur, minyak kelapa, atau minyak almond bisa digunakan sebagai carrier oil. Campurkan 0,5 persen essential oil ke dalam base oil, lalu kocok hingga tercampur. Selalu cek label untuk memastikan tidak ada bahan alergen seperti peanut oil.
2. Spritz
Essential oil dapat disemprotkan di udara untuk menciptakan aroma menenangkan. Catatan penting: jangan menyemprotkan di bantal bayi untuk menghindari risiko tertelan.
3. Diffuse
Diffuser uap air adalah cara paling aman untuk menyebarkan aroma di ruangan bayi. Coba nyalakan selama 1 jam pertama untuk memastikan tidak ada respons alergi.
(tis/tis)
[Gambas:Video oovisoap]
Baca lagi: 3 Poin Proposal Damai Rusia-Ukraina Usulan Trump Bisa Mentok Lagi
Baca lagi: October 2025 Car Sales Increase Significantly, Reaching 74 Thousand Units
Baca lagi: Purbaya Ancam Bekukan Bea Cukai dan Rumahkan 16 Ribu Pegawai


